MELAYANI:
-SERVICE SEGALA MERK SEPEDA MOTOR
-DIESEL BENSIN
-MOTOR INJEKSI
-TAMBAL BAN -SPARE PART
-CUCI MOTOR -KURSUS MEKANIK



Rabu, 01 Mei 2013


otomotifnet.com


Selasa, 26 Maret 2013 19:33 WIB
Bedah Teknologi Idling Stop di Vario Techno 125 CBS

Estimasi Biaya Pasang Idling Stop di Honda Vario Techno 125 Lama!



Honda Vario Techno 125 yang dilengkapi idling stop system (ISS) diklaim konsumsi bahan bakarnya bisa lebih hemat hingga 7 persen. Hasil pengetesan internal Honda dengan metode ECE R40, didapat konsumsi bahan bakar hingga 55,8 km/liter.

Lebih hemat dari Vario Techno 125 tanpa ISS yang hanya 52,1 km/liter. “Dilakukan berjalan selama 27 menit dengan pola buka tutup gas yang beragam. Total akumulasi dalam kondisi mati selama perjalanan 5 menit dan 22 menit berjalan,” terang Sarwono Edhi, Technical Training Development PT Astra Honda Motor (AHM)

Wah jadi lumayan irit, tertarik untuk mengadopsinya pada tunggangan Vario Techno 125 yang belum dilengkapi ISS? “Bisa saja, tapi ada beberapa komponen yang harus diganti,” tegas Edhi sapaan akrabnya

ECM harus ganti harganya Rp 1,35 juta
Pertama yang harus diganti adalah ECM, karena ECM yang sudah memiliki fitur ISS dengan yang tidak ada perbedaan pada programnya. “Untuk komponen ini harganya cukup mahal, sesuai catalog sekitar Rp 1,35 juta,” urai Edhi.

Selanjutnya mengganti kabel bodi karena ECM juga sudah mengalami penggantian. “Otomatis kabel bodi juga ikut diganti, harganya sekitar Rp 500 ribu berdasarkan katalog,” kata Edhi.

Lampu indikator saat ISS bekerja yang ada pada speedometer Vario Techno 125, mengharuskan speedometer yang lama ikut dipensiukan, selanjutnya beli idling stop switch dibarengi dengan mengganti cover speedometer. Estimasinya jika dijumlahkan sekitar Rp 2,5 juta untuk memasang fitur ini di Vario Techno 125 yang belum dilengkapi ISS.

Masih lebih mahal ketimbang selisih harga Vario Techno 125 lama dan Vario Techno 125 baru yang sudah dilengkapi dengan ISS. Selisihnya cuma Rp 450 ribu saja! Dari Rp 15,9 juta naik jadi Rp 16,35 Juta on the road Jakarta.

Kalau gitu beli Vario Techno 125 baru sekalian aja deh hehee..(motorplus-online.com)
Penulis : Opix | Foto : Opix

0 Komentar untuk artikel ini

Form Kirim Komentar

karakter tersisa.
twtwfb tw
:
:
:
Disclaimer
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA


otomotifnet.com


Selasa, 20 Maret 2012 16:23 WIB
Bedah Teknologi Honda Vario Techno 125

Teknologi Honda Vario Techno 125 (bag.2), Cara Kerja ACG Starter


Sesuai janji pada tulisan bedah teknologi Honda Vario Techno 125 sebelumnya, kini saatnya mengintip ACG starter. Perangkat starter yang sekaligus menjadi altenator ini sebenarnya sudah diadopsi pertama kali pada Honda PCX 125.

Kini teknologi ini bisa diaplikasi pada skubek yang harganya lebih terjangkau. Pada ACG Starter tidak adalagi dinamo starter konvensional dan mekanisme gigi penggeraknya.

"Karena tidak ada lagi dinamo starter dan mekanisme gigi starter maka suara kasar akibat gesekan antar komponen bisa dikurangi. Suaranya lebih halus dan minim getaran," buka Endro Sutarno, Technical Service Training Instructor, PT Astra Honda Motor (AHM).

Cara kerja ACG starter sebenarnya sama seperti prinsip kerja alternator pada umumnya. Cuma bedanya, pada awal menekan tombol starter, putaran magnet digunakan untuk menghidupkan mesin.

Alternator pada Vario Techno 125 ini memiliki 12 kutub magnet permanen yang terdapat di fly wheel. Juga memiliki 18 kumparan yang memiliki kutub magnet remanen atau magnet tidak tetap. 18 kumparan ini dibagi menjadi 3 hall yang berbeda.

Ketika tombol starter ditekan, arus listik akan langsung mengalir menuju FET circuit di Electronic Contol Module (ECM) yang membagi arus listik yang masuk secara kombinasi ke 3 hall dalam kumparan tadi.

"Tujuannya tercipta medan magnet yang saling tolak dan menarik untuk membuat flywheel bergerak," jelas pria ramah ini.

Ketika flywheel berputar, otomatis memutar kruk as dan membuat piston naik-turun menghidupkan mesin. Setelah mesin hidup, aliran listik ke kumparan diputus. Fungsinya kembali menjadi alternator yang menghasilkan arus listik untuk disimpan ke aki.

"Motor ini sistem pengisiannya juga sudah tiga phase. Arusnya lebih stabil dan kecil kemungkinan akan tekor," jelas Endro sambil menunjukan aki Vario Techno 125 yang menggunakan spesifikasi 12 V–5 Ah.

Didukung Dekompresi dan Swing Back
Agar lebih mudah menghidupkan mesin, ACG starter juga didukung dengan dua komponen lainnya. Yaitu dekompresi dan swing back. Dekompresi berfungsi untuk mengurangi atau membocorkan kompresi saat awal melakukan starter, efeknya proses menghidupkan mesin jadi lebih ringan. Pada Vario Techno 125 dekompresi diatur oleh mekanisme di noken as.

Sedang swing back adalah posisi kruk as yang berputar ke arah berlawanan sebelum starter diaktifkan. Gunanya untuk memberikan kesempatan pada piston mengambil ancang-ancang, sehingga mesin lebih mudah dihidupkan dengan daya lebih kecil. (motorplus-online.com)  

Penulis : Popo | Foto : Popo, IndraGT, Honda

5 Komentar untuk artikel ini

Rabu, 26 Desember 2012 | 23:59 WIB
fb Nurochman ali
Mantap cuy infonya.....thanks
Senin, 10 Sepember 2012 | 10:21 WIB
fb suharjo
ACG.......
Pada saat difungsikan untuk starter..... kumparan dan magnet permanen di konfigurasi sebagai BRUSHLESS DC MOTOR ... (sebagai motor)
Pada saat mesin sudah berputar... kumparan dan magnet difungsikan sebagai Alternator/ generator...
Senin, 30 April 2012 | 18:09 WIB
fb sciences
gan info sistem pedingin
Minggu, 25 Maret 2012 | 19:01 WIB
fb cybermonster
artikel berikutnya kok belum nongol ?
Minggu, 25 Maret 2012 | 00:42 WIB
fb sona
fitur bagus dari mesin yang bagus cuman sayang tidak didukung desain body yang bagus....huh capek

Form Kirim Komentar

karakter tersisa.
twtwfb tw
:
:
:
Disclaimer
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA