MELAYANI:
-SERVICE SEGALA MERK SEPEDA MOTOR
-DIESEL BENSIN
-MOTOR INJEKSI
-TAMBAL BAN -SPARE PART
-CUCI MOTOR -KURSUS MEKANIK



Rabu, 17 Oktober 2012

Spesifikasi Mesin Yamaha New Vixion


Spesifikasi Mesin Yamaha New Vixion


Tipe Mesin:4 Langkah, 4 Valve SOHC - Fuel Injection, Berpendingin Cairan
Jumlah / Posisi Silinder:Cylinder Tunggal / Tegak
Volume Silinder:149,8 cc
Diameter x Langkah:57,0 x 58,7 mm
Perbandingan Kompresi:10,40 :1
Daya Maksimum:11,1 kW / 8500 rpm
Torsi Maksimum:13,1 Nm / 7500 rpm
Sistem Starter:Electric Starter dan Kick Starter
Sistem Pelumasan:Basah
Kapasitas Oli Mesin:Total : 1,15 Liter / Penggantian Berkala : 0,95 Liter
Sistim Bahan Bakar:Throtlle body AC 28 -1
Tipe Kopling:Basah, Kopling Manual, Multiplat
Tipe Transmisi:Return, 5 Kecepatan
Pola Pengoperasian Transmisi:1 - N - 2 - 3 - 4 - 5

Spesifikasi Chasis Yamaha New Vixion

Tipe Rangka:Pressed Backbone (Deltabox)
Suspensi Depan:Teleskopik
Suspensi Belakang:Lengan Ayun, Link Suspensi Monocross
Ban Depan:2,75 – 17 41P
Ban Belakang:90/90 – 17M/C 49P
Rem Depan:Cakram
Rem Belakang:Tromol

Spesifikasi Electric Yamaha New Vixion

Sistem Pengapian:T.C.I. / Transistorized Coil Ignition (Digital)
Battery:YTZ4V-MF (MF Battery 12V 3 Ah)
Busi:CR8E (NGK) / U24ESR-N (DENSO)

Spesifikasi Dimensi Yamaha New Vixion


P x L x T:2.000 m x 705 mm x 1.035 mm
Jarak Sumbu Roda:1.282 mm
Jarak Terendah Ke Tanah:167 mm
Tinggi Tempat Duduk:790 mm
Berat Isi:125 kg
Kapasitas Tangki Bensin:12 Liter

http://id.scribd.com/doc/11720616/Buku-Panduan-Cdi

http://id.scribd.com/doc/11720616/Buku-Panduan-Cdi

MOTOR INJEKSI



Injektor Motor Injeksi, Kapan Nyemprotnya
Belum lama ini P2R bahas seputar fuel pump motor injeksi. Ternyata sambutannya luar biasa, mengindikasikan bahwa masih banyak yang belum begitu paham kinerja komponen motor injeksi. Jika mau baca lagi ada di TULISAN 1TULISAN 2TULISAN 3. Nah, sekarang yuk lanjutkan bahasan ke komponen motor injeksi lainnya yaitu INJECTOR.
Bulan Juni 2011 silam, P2R sudah membahsanya baca SINI bro. Sekarang kita review lagi yukkkk….!!!  Kali ini P2R akan sedikit menguak injektor yang dipakai pada Yamaha V-Ixion dan Honda Supra X125 PGM-FI. Prinsip kerjanya sama saja dengan injektor Spacy injeksi dan Mio J. Hanya speknya saja berbeda. Data-data yang ada P2R pakai punya Supra X125 dan Vixion. (data untuk PGM-FI versi 4 dan YMJET-FI belum ditangan P2R)
Secara umum fungsi injektor pada teknologi fuel injection adalah untuk mensuplay semprotan bahan bakar dengan tekanan tinggi ke ruang bakar sesuai signal dari komputer alias ECU/ECM. Lebih detail seputar cara kerjanya adalah sebagai berikut;
Coba sambil lihat gambar di atas ya. ECU mengirimkan sinyal dalam bentuk arus ke solenoid coil. Arus dirubah menjadi magnet yang akan mengangkat needle ke posisi atas. Karena needle terangkat keatas, gate injector terbuka, sehingga bahan bakar bertekanan tinggi yang disuplay oleh fuel pump dapat keluar atau menyemprot dengan lembut.
Sedangkan volume bahan bakar yang disemprotkan oleh injektor tergantung dari dua hal. Pertama,injection duration yaitu lamanya waktu injection atau lamanya gate injector membuka. Kedua, fuel pressure yaitu tekanan bahan bakar dari fuel tank – fuel hose – dan kemudian injector.
Seeppp…. P2R yakin semuanya sudah paham cara kerjanya bukan?? Sekarang mari kita ungkap fakta lainnya. Merujuk dari data yang P2R terima, ternyata injektor pada V-Ixion memiliki 6 lubang. Sedangkan injektor yang dipakai Supra X125 PGM-Fi hanya mengandalkan 4 lubang. Oh ya, untuk Mio J lubangnya juga ada 4 bro.
Lantas, berapakah tekanan bahan bakar yang dibutuhkan kedua injektor untuk bekerja??? Ternyata Supra X125 injeksi tekanan bahan bakarnya disetting lebih tinggi yaitu 43 psi. Sedangkan pipa bahan bakar V-Ixion yang menuju injektor bertekanan lebih rendah yaitu 35,6 psi.

EFI





EFI – Electronic Fuel Injection pada Motor
Berbagai macam cara dan usaha yang dilakukan untuk mengurangi kadar gas buang beracun yang dihasilkan oleh mesin-mesin kendaraan bermotor seperti penggunaan BBM bebas timbal, penggunaan katalis pada saluran gas buang, dll.
Sebagaimana mesin 2 langkah yang harus digantikan oleh mesin 4 langkah, sistem karburasi manual akhirnya juga akan digantikan oleh sistem karburasi digital.
Sistem injeksi bahan bakar elektronik (karburasi digital) sudah mulai diterapkan pada mesin sepedamotor, perlahan tapi pasti akan menggantikan sistem yang sudah lama bertahan yaitu karburator (karburasi manual).
Karena mesin sepedamotor merupakan kombinasi reaksi kimia dan fisika untuk menghasilkan tenaga, maka kita kembali ke teori dasar kimia bahwa reaksi pembakaran BBM dengan O2 yang sempurna adalah:
14,7:1 = 14,7 bagian O2 (oksigen) berbanding 1 bagian BBM
Teori perbandingan berdasarkan berat jenis unsur, pada prakteknya perbandingan diatas (AFR – Air Fuel Ratio) diubah untuk menghasilkan tenaga yang lebih besar atau konsumsi BBM yang ekonomis.
Karburator juga mempunyai tujuan yang sama yaitu mencapai kondisi perbandingan sesuai teori kimia diatas namun dilakukan secara manual. Karburator cenderung diatur untuk kondisi rata-rata dimana sepedamotor digunakan sehingga hasilnya cenderung kearah campuran BBM yang lebih banyak dari kebutuhan mesin sesungguhnya.
Untuk EFI karena diatur secara digital maka setiap ada perubahan kondisi penggunaan sepedamotor ECU akan mengatur supaya kondisi AFR ideal tetap dapat dicapai.
Contohnya: Pada sistem Karburator ada perbedaan tenaga jika sepedamotor digunakan siang hari dibandingkan malam hari, hal ini karena kepadatan oksigen pada volume yang sama berbeda, singkatnya jumlah O2 berubah pasokkan BBM tetap (ukuran jet tidak berubah).
Hal ini tidak terjadi pada sistem EFI karena adanya sensor suhu udara (Inlet Air Temperature) maka saat kondisi kepadatan O2 berubah, pasokkan BBM pun disesuaikan (waktu buka injector ditambah atau dikurangi). Jadi sepedamotor yang menggunakan EFI digunakan siang atau malam tetap optimum alias tenaga tetap sama.

Perbedaan utama Karburator dibandingkan EFI adalah:
Karburator EFI
BBM dihisap oleh mesin BBM diinjeksikan/disemprotkan ke dalam mesin
Pengapian Terpisah Sistem Pengapian menyatu
Komponen-komponen dasar EFI
Setiap jenis atau model sepedamotor mempunyai desain masing-masing namun secara garis besar terdapat komponen-komponen berikut.
ECU – Electrical Control Unit
Pusat pengolah data kondisi penggunaan mesin, mendapat masukkan/input dari sensor-sensor mengolahnya kemudian memberi keluaran/output untuk saat dan jumlah injeksi, saat pengapian.
Fuel Pump
Menghasilkan tekanan BBM yang siap diinjeksikan.
Pressure Regulator
Mengatur kondisi tekanan BBM selalu tetap (55~60psi).
Temperature Sensor
Memberi masukan ke ECU kondisi suhu mesin, kondisi mesin dingin membutuhkan BBM lebih banyak.
Inlet Air Temperature Sensor
Memberi masukan ke ECU kondisi suhu udara yang akan masuk ke mesin, udara dingin O2 lebih padat, membutuhkan BBM lebih banyak.
Inlet Air Pressure Sensor
Memberi masukan ke ECU kondisi tekanan udara yang akan masuk ke mesin, udara bertekanan (pada tipe sepedamotor ini hulu saluran masuk ada diantara dua lampu depan) O2 lebih padat, membutuhkan BBM lebih banyak.
Atmospheric Pressure Sensor memberi masukan ke ECU kondisi tekanan udara lingkungan sekitar sepedamotor, pada dataran rendah (pantai) O2 lebih padat, membutuhkan BBM lebih banyak.
Crankshaft Sensor
Memberi masukan ke ECU posisi dan kecepatan putaran mesin, putaran tinggi membutuhkan buka INJECTOR yang lebih cepat.
Camshaft Sensor
Memberi masukan ke ECU posisi langkah mesin, hanya langkah hisap yang membutuhkan buka INJECTOR.
Throttle Sensor
Memberi masukan ke ECU posisi dan besarnya bukaan aliran udara, bukaan besar membutuhkan buka INJECTOR yang lebih lama.
Fuel Injector / Injector
Gerbang akhir dari BBM yang bertekanan, fungsi utama menyemprotkan BBM ke dalam mesin, membuka dan menutup berdasarkan perintah dari ECU.
Speed Sensor
Memberi masukan ke ECU kondisi kecepatan sepedamotor, memainkan gas di lampu merah dibanding kecepatan 90km/jam, buka INJECTOR berbeda.
Vehicle-down Sensor
Memberi masukan ke ECU kondisi sepedamotor, jika motor terjatuh dengan kondisi mesin hidup maka ECU akan menghentikan kerja FUEL PUMP, IGNITION, INJECTOR, untuk keamanan dan keselamatan.
Electronic Fuel Injection memang lebih unggul dibanding karburator, karena dapat menyesuaikan takaran BBM sesuai kebutuhan mesin standar.
ECU diprogram untuk kondisi mesin standar sesuai model sepedamotor, di dalam ECU terdapat tabel BBM yang akan dikirim melalui Injector sesuai kondisi mesin standar.
Jika ada perubahan dari kondisi standar misalnya filter udara diganti atau dilepas, walaupun ada pengukur tekanan udara (inlet air pressure sensor) pasokkan BBM hanya berubah sedikit, akhirnya sepedamotor akan berjalan tidak normal karena O2 terlalu banyak (lean mixture).
Tabel ECU standar biasanya tidak dapat dirubah, karena tujuan utama EFI adalah pengurangan kadar emisi gas buang beracun.
Untuk mesin modifikasi memerlukan modifikasi tabel dalam ECU, hal ini dapat dilakukan dengan:
1. Software yang dapat masuk ke dalam memory ECU – hanya dimiliki oleh ATPM atau dealer.
2. Piggyback alat tambahan diluar ECU – bekerja dengan cara memanipulasi sinyal yang dikirim ke Injector untuk membuka lebih lama.
3. Tukar ECU aftermarket yang dapat diprogram tabel memory-nya, sesuai modifikasi, sesuai kondisi sirkuit.

KABEL


kelistrikan ;
1 merah (+) > api / strum   dr. Accu
2 hitam. ( -) > massa
3 coklat. ( +) > api/ strum melalui kunci kontak on
4 kuning > batok lampu > lampu jauh n indikator lampu jauh
5 hijau > lampu dekat
6 coklat tua > sein kiri
7 hijau tua > sein kanan
8 biru > lampu senja
9 kuning * belakang > lampu rem dn swit lampu rem
10 hijau kuning > swit rem depan
11 hitam putih > cut /stop engin
12 biru putih > electric starter
13 abu 2/ biru muda > lampu / swit netral dn riley starter
14 biru kuning >otomatic stop starter
15 merah muda > swit klakson 16 merah kuning > head lmp *dr kiprok
17 coklat putih > flaser sein
18 hijau muda > indikator bensin
19 merah putih > bendik starter ke riley starter
pengapian ;
1 coklat dn hijau > spul cdi
2 merah dn putih > pulser
3 orange > koil
4 hitam > masa
5 hitam putih > cut/ stop engin
pengisian ;
1 kuning > spul head lmp
2 putih > spul pengisian  n kiprok
3 hitam >masa.

WARNA KABEL


Arti warna kabel sepeda motor pada setiap merek kadang berbeda-beda. Pada dasarnya warna kabel-kabel kelistrikan tersebut mewakili muatan positif (+) dan negatif (-) pada sepeda motor, Jika kita salah menghubungkan kabel, bisa berakibat fatal bahkan kebakarang dalam sistem kelistrikan sepeda motor. Berikut adalah penjelasan arti warna kabel kelistrikan pada sepeda motor Honda, Yamaha dan Kawasaki :
1. Kabel Kelistrikan HONDA
Hijau : (-) masa, berlaku untuk semua negatif
Merah : (+) aki
Hitam : (+) kunci kontak
Putih : (+) alternator pengisian
(+) lampu dekat
Kuning : (+) arus beban ke saklar lampu
Biru : (+) lampu jauh
Abu-abu : (+) flasher
Biru Laut : (+) sein/reting kanan
Oranye : (+) sein/reting kiri
Coklat : (+) lampu kota
Hitam-Merah : (+) spul CDI
Hitam-Putih : (+) kunci kontsk
Hitam-Kuning: (+) koil
Biru-Kuning : (+) pulser CDI
Hijau-Kuning: (+) lampu rem

2. Kabel Kelistrikan YAMAHA
Hitam : (-) masa, berlaku untuk semua negatif
Hijau : (+) arus beban penerangan
Merah : (+) arus positif dari aki
Kuning : (+) lampu jauh
Coklat : (+) sein/reting kiri
Hijau : (+) arus beban (penerangan, dll)
Putih-Merah : (+) pulser CDI
Hijau-Hitam : (+) rem

3. Kabel Kelistrikan SUZUKI
Hitam-Putih : (-) masa, berlaku untuk semua negatif
Putih-Merah : (+) pengisian dari magnet
Putih-Biru : (+) koil ke CDI
Putih-Hitam : (+) lampu rem
Kuning-Putih: (+) penerangan/lampu
Biru-Kuning : (+) pulser ke CDI
Merah : (+) aki
Oranye : (+) kunci kontak
Abu-abu : (+) lampu belakang
Hijau Muda : (+) Sein/reting kanan
Hitam : (+) sein/reting kiri

4. Kabel Kelistrikan KAWASAKI
Hitam-Kuning: (-) masa, berlaku untuk semua negatif
Putih-Merah : (+) aki
Merah-Hitam : (+) lampu jauh
Merah-Kuning: (+) lampu dekat
Abu-abu : (+) Sein/reting kanan
Hijau : (+) sein/reting kiri
Biru : (+) lampu rem
Merah : (+) lampu belakang
Coklat : (+) klakson


PT Astra Honda Motor (AHM) khususnya dari divisi HC3 (Honda Customer Care Center) ikut “Training dan Workshop New Honda Vario Techno 125.” Motor skutik ini  diluncurkan AHM bulan Maret 2012 yang lalu. Sedangkan training dan worskop kali ini mengusung tema “Blogger Gathering: Lebih Dekat Dengan Teknologi Injeksi” yang berlangsung di Astra Honda Training Center, Sunter Jakarta hari Sabtu, 28 April 2012 mulai pukul 09.00 s/d 15.00 WIB.
Acara yang diikuti oleh beberapa rekan blogger otomotif ini, diawali dengan sarapan pagi makan bubur ayam. Kemudian foto bersama, berlanjut dengan masuk kedalam ruangan untuk mengikuti acara training. Kali ini sesi tanya jawab menjadi pembuka acara agar para peserta training bisa langsung menanyakan hal-hal penting seputar New Honda Vario Techno 125 dan tentunya teknologi injeksi yang menjadi andalan dari sepeda motor Honda.
SL.com menanyakan angka penjualan sepeda motor Honda yang sudah mengusung mesin injeksi, dan ternyata respon konsumen sepeda motor Honda dengan mesin injeksi kian terus meningkat. Share penjualan motor injeksi Honda dari seluruh angka penjualan AHM terus naik, yaitu 3.6%, 7.4% dan hingga 21% dan ini membuktikan bahwa motor injeksi sudah diterima baik oleh pasar otomotif roda dua di Indonesia.
Kalau begitu apa sih keunggulan dari motor injeksi Honda?
Soal keunggulan motor injeksi Honda, khususnya motor skutik New Honda Revo Techno 125 dipaparkan melalui presentasi yang sangat lengkap. Bisa dibilang presentasi yang dipaparkan oleh Sarwono Edhi dari Technical Training Department AHM sangat teknis.  Namun demikian secara umum (non teknis), motor injeksi Honda Vario Techno 125 ini memiliki beberapa poin yang diunggulkan, antara lain:
Memiliki teknologi matik secara global, yaitu eSP (Enhanced Smart Power). Teknologi ini memberikan beberapa manfaat, yaitu performa akselerasi yang cepat sehingga bisa menempuh jarak 200 meter hanya dalam waktu 12,8 detik. Selain itu konsumsi bahan bakarnya juga lebih efisien, yaitu 30% lebih hemat dibandingkan dengan Vario sebelumnya (52,1 km/liter dengan menggunakan metode pengukuran ECE R40). Motor skutik ini juga mampu menekan emisi gas buang secara drastis.
SL.com sangat penasaran dengan teknologi injeksi yang katanya bisa bikin irit bahan bakar. Namun demikian akhirnya hal ini terjawab melalui acara workshop (usai makan siang) di ruangan praktek lantai satu AHTS (Astra Honda Training Center). Oh ya.. selama SL.com berada di AHTS, ternyata disana ada beberapa mekanik Honda dari berbagai daerah yang juga sedang menjalani training, hanya beda kelas.
Injection Diagnostic Tools
Singkat kata, teknologi injeksi adalah sistim suplai bahan bakar yang bukan lagi dengan karburator, tetapi bekerja dengan perangkat elektronik, antara lain ada sensor, ECU (control) dan Injektor. Ketiga sistim bekerja secara elektronik yang sudah diset sesuai dengan kondisi motor tersebut.
Ketika motor perlu di set ulang, maka dibutuhkan alat Injection Diagnostic Tools, yang fungsinya adalah untuk melakukan diagnosa secara eletronik, antara lain mengenali bagian apa yang perlu dilihat, dipantau, atau diset ulang (reset).
Injector Cleaner & Tester
Perangkat sensor dan ECU memang sulit untuk dipelajari karena perangkat ini bekerja secara elektronik, tetapi yang bisa dilihat dengan mata adalah mengenai cara kerja Injektor melalui alat Injector Cleaner & Tester. Melalui alat ini dipasangkan benda Injector berwarna hitam sebesar jari kelingking, yang kemudian di taruh diatas tabung.
Pada kesempatan workshop tersebut, AHTS juga memiliki Injector milik kompetitor yang ditaruh ditengah, sedangkan dua unit injector milik AHM masing-masing di pasangkan di sebelah kiri dan kanan injector kompetitor. Alat Injector Cleaner & Tester pun langsung diuji coba dengan berbagai settingan sesuai keperluan.
Namun SL.com meminta kepada teknisi AHM agar alat disetting dalam kondisi langsam, rpm rendah hingga rpm tinggi. Disini jelas terlihat bagaimana ketiga Injector tersebut bekerja, yaitu mampu menyemburkan BBM secara halus.
Jika mau dibandingkan, semburan BBM dari Injector milik Honda terlihat jauh lebih halus, lebih smooth, tidak berbuih, dan juga pada saat semburan BBM ditampung ke dalam tabung, BBM-nya tidak berbusa. Yang lebih penting disini adalah melihat kadar volume BBM yang sudah ditampung, jelas terlihat kalau tabung milik Honda jauh lebih rendah dibandingkan dengan milik kompetitor.
Bagi Honda, bagian inilah yang disebut dengan hemat BBM, lebih irit BBM, dan lebih effisien, pasalnya Honda New Vario Techno 125 ini memiliki Injector dengan enam lubang yang sangat kecil (sulit dilihat dengan kasat mata). Dari presentasi saat di dalam kelas, disebutkan bahwa Injector Honda PGM-FI ini merupakan World Top Class Flow Control yang memiliki kemampuan, antara lain ukuran partikel BBM yang disemprotkan paling kecil didunia. Kemudian memiliki kemampuan untuk mengontrol jumlah partikel BBM dengan presisi dalam skala minimum.